Pada Hotspot Mikrotik, user yang konek ke WiFi Hotspot akan diarahkan ke halaman login Mikrotik. Alamat dari halaman login mikrotik ini biasanya berupa IP Address dari interface wlan nya mikrotik yang digunakan sebagai Hotspot Server.
Alamat IP Halaman Login Mikrotik bisa kita ganti dengan Alamat Domain (DNS Name) sesuai dengan keinginan kita.
Bagaimana Cara Mengganti Alamat IP Login Hotspot Mikrotik menjadi Domain? Mudah saja, silakan simak Tutorial Mikrotik berikut ini :
1. Jika Anda baru akan membuat Hotspot Server, pada saat awal membuat hotspot melalui Hotspot Setup Wizard, isi kan DNS Name pada Step DNS name of local hotspot server. Silakan diisi dengan nama domain sesuai keinginan Anda.
2. Namun jika ternyata Anda sudah terlanjur membuat Hotspot Server nya, Anda tetap bisa mengisi Nama Domain nya melalui Winbox pada menu IP --> Hotspot --> Masuk tab Server Profile --> Pilih profile hotspot yang digunakan (Misal : hsprof1) --> Pada tab General dan Kolom DNS Name isikan nama Domain nya --> Apply --> OK
Bagaimana cara membuat WiFi Hotspot Mikrotik dimana Access Point (AP) nya tidak terhubung langsung ke Server Hotspot Mikrotik nya? Pertanyaan tersebut yang muncul di benak saya ketika hendak mengimplementasikan sistem WiFi Hotspot Mikrotik dimana AP nya bertebaran dimana-mana, dengan lokasi yang berbeda (beda gedung dan beda ruangan). Selain itu yang lebih menyulitkan adalah semua AP tidak ada yang terhubung langsung ke eth nya Mikrotik yang dijadikan Hotspot Server.
Seperti yang kita tahu, jika ingin membuat Sistem Wireless Hotspot menggunakan Mikrotik, Access Point harus terhubung langsung ke interface Server Hotspot, agar bisa di bridge dengan interface lain jika ingin menggunakan lebih dari satu AP. Tetapi pada kasus yang saya alami sepertinya tidak bisa diterapkan, karena AP berada di bawah Switch dan Router lain nya, sehingga ada beberapa hop untuk sampai ke server hotspot.
Namun jangan khawatir, karena permasalahan tersebut masih bisa diakali. Caranya dengan menggunakan Ethernet over Internet Protocol (EoIP) Tunneling.
Jadi konsepnya adalah dengan membuat interface EoIP pada Hotspot Server sebanyak jumlah AP nya. Jika ada 5 AP maka kita buat 5 interface EoIP pada Hotspot Server. Pada masing-masing AP juga dibuat satu interface EoIP yang mengarah ke Server Hotspot. Sehingga akan terjadi komunikasi point-to-point antara hotspot server dengan semua AP. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :
Tapi tunggu dulu, EoIP merupakan MikroTik Proprietary (kepemilikan) artinya protocol ini hanya dapat berjalan/support pada Mikrotik RouterOS saja dan beberapa jenis linux. Jika AP yang Anda gunakan bukan Mikrotik, maka AP Anda tidak bisa membuat interface EoIP ini.
Jadi, jika AP Anda misalnya menggunakan TP-Link, Dlink, dll maka interface EoIP dibuat pada Router Mikrotik sebelum AP itu, yang terhubung langsung dengan nya. Seperti pada contoh di Lantai 1 pada Gambar di atas. Kemudian AP tersebut mode nya dibuat Wireless AP Bridge, dan pada Mikrotik nya EoIP dan Interface eth yang ke AP di bridge.
Oke, sudah cukup dongeng sebelum tidur nya. Udah mulai ngantuk kan?? hehe..
Sekarang kita langsung coba buat Konfigurasi Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel.
Sebelum mulai, pastikan semua AP dan Mikrotik yang akan dibuat EoIP Tunnel sudah bisa komunikasi dua arah. Artinya konfigurasi IP dan Routing nya sudah beres. Karena jika tidak, tunnel EoIP tidak akan terbentuk.
1. Buat Interface EoIP sejumlah AP yang digunakan. Buka Winbox, Masuk ke Menu Interface --> Masuk Tab EoIP --> Add EoIP
Disini yang perlu diperhatikan adalah pada kolom Remote Addres dan Tunnel ID.
- Remote Address : diisi IP Address AP
- Tunnel ID : ID unik untuk AP tersebut. Tiap AP Berbeda ID.
2. Buat interface EoIP di sisi AP menuju ke Server. Caranya sama seperti di atas. Dengan Remote Address IP dari Server dan Tunnel ID sama dengan yang dipakai di Server.
3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk semua AP yang digunakan.
4. Pada masing-masing AP / Mikrotik, buat bridge dan masukan interface EoIP dan Wlan nya.
4. Pada Server Hotspot, Buat Interface Bridge dan beri IP Address.
5. Masukkan Semua Interface EoIP ke port Bridge yang dibuat sebelumnya.
6. Buat Hotspot Server pada menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup --> Pilih interface Bridge yang digunakan sebagai interface hotspot.
7. Sampai disini, silakan coba konek ke AP, harusnya halaman login hotspot sudah muncul. Jika Belum silakan cek kembali konfigurasi Anda.
8. Setelah ini Anda bisa ganti halaman Login Hotspot nya.
9. Anda juga bisa memadukan hotspot dengan User Manager Mikrotik untuk manajemen user nya.
10. Jika Anda ingin membuat WiFi Sistem Roaming dengan 1 SSID, bisa diset pada semua AP untuk menggunakan 1 SSID dan Frequensi yang sama.
Tutorial Mikrotik kali ini Saya akan bahas tentang Port Forwarding pada Mikrotik. Ada yang tau apa itu Port Forwarding?
Pengertian Port Forwarding
Port Forwarding adalah salah satu fitur pada Router yang menggunakan fungsi NAT (Network Access Translation) yang mengalihkan (redirect) permintaan komunikasi dari salah satu IP Address atau Port tertentu yang melewati firewall Router dan dialihkan ke IP Address lain dan port lain/sama.
Mudeng ga?
Gampangan nya gini gan. Saya punya Router Mikrotik yang melayani Client dimana client tersebut mempunyai beberapa aplikasi yang mau saya gunakan yaitu http, Remote Desktop Protocol (RDP) dan VNC. Sementara client tersebut IP nya berada di bawah NAT yang berarti tidak dapat diakses dari luar Router.
IP Mikrotik : 10.6.51.114
IP Client : 192.168.1.254
Saya ingin mengakses web server di client 192.168.1.254 dari PC lain di network 10.6.51.0/24. Karena client di NAT maka PC dari network 10.6.51.0/24 tidak bisa ping apalagi akses ke client. Topologi nya seperti gambar di atas.
Nah untuk bisa mengakses aplikasi di client, maka di Mikrotik perlu diseting port forwarding dimana, Mikrotik akan mem-forward port HTTP, RDP, dan VNC ke client. Sehingga nantinya IP client akan diwakili oleh IP Mikrotik.
Atau lebih gampangnya gini, saya punya Web Server di jaringan lokal (intranet) dan saya ingin Server tersebut bisa diakses dari Internet. Maka saya harus mem-forward port 80 di Router ke port 80 di Server saya, supaya ketika orang-orang mengakses IP Router langsung diarahkan ke Web Server nya.
Oke, cukup ya penjelasannya.
Maksud dan Tujuan
Mengakses aplikasi di Client yang menggunakan Port HTTP (80), RDP (3389), VNC (5900) dari network lain diluar NAT.
Cara dan Metode
Menggunakan salah satu aplikasi NAT yaitu DST-NAT untuk Port Forwarding port 80, 3389, dan 5900 di Mikrotik.
Tutorial Mikrotik Port Forwarding
Berikut adalah Tutorial Port Forwarding Mikrotik untuk Akses Web (HTTP), Remote Desktop (RDP) & VNC.
1. Pastikan Mikrtoik sudah dapat terkoneksi ke jaringan LAN (Intranet) dan WAN (Internet).
2. Untuk konfigurasi Port Forwarding Web (HTTP port 80) berikut seting nya :
- Pada Winbox Masuk ke menu IP --> Firewall --> NAT --> Add Rule :
Namun jika mengaktifkan fitur ini, maka halaman webfig Mikrotik tidak dapat diakses, karena port service webfig di-forward ke client. Seperti pada gambar berikut ini :
Nah untuk mengatasi hal ini, bisa ganti port 80 webfig ke port lain, misal port 88.
Masuk ke menu IP --> Services --> www --> ganti port ke 88.
Untuk mengakses nya, pada web browser masukkan ipaddress:88.
3. Untuk konfigurasi Port Forwarding Remote Desktop Protocol (RDP) menggunakan port tcp 3389. Seting nya seperti berikut :
Dalam mengisi waktu luang, kami akan melanjutkan postingan sebelumnya yaitu Membangun Tunnel dengan IPIP di Mikrotik kali ini kami akan membuat Tunnel dengan EoIP.
Ethernet over IP (EoIP)
Ethernet over Internet Protokol (EoIP), Merupakan protocol pada Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk membangun sebuah Network Tunnel antar MikroTik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. EoIP merupakan protokol proprietary MikroTik, untuk menggunakan fitur ini router di Kantor Pusat dan router di Kantor Cabang harus sama - sama menggunakan router MikroTik. EoIP menggunakan Protocol enkapsulasi Generic Routing encapsulation (GRE). data Available at : (RFC1701).
Tunneling EoIP merupakan salah satu VPN yang dapat membangun sebuah jalur antar mikrotik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. Kelebihan dari EoIP tersebut dapat dibuat bridging antara jaringan local melalui infrastruktur jaringan public dalam hal ini Internet. Bridging merupakan teknologi jaringan computer yang dapat menggabungkan / menyatukan network yang berbeda menjadi satu segment / broadcast domain. Broadcast domain adalah blablabalbla………………….panjang amat teori-Nya gan’ emank kaga ada kerjaan lain selain membahas teori J Lain kali aja bahas teori broadcast domain-Nya
Baiklah kita langsung saja ketahap configuration….
Jika digambarkan dalam bentuk topologi yang akan kami implementasikan dijaringan, akan terlihat seperti berikut :
Dari detail topologi yang sudah digambarkan diatas, kita akan coba implementasikan.
1.Pastikan koneksi anda stabil dan terhubung kejaringan public/internet
Langkah ini dilakukan di kedua router, baik router di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang.yang paling penting adalah parameter "Remote Address" dan "Tunnel ID". Pada saat setting router MikroTik Kantor Pusat, isi parameter Remote Address dengan IP Public yang dimiliki oleh router yang ada di Kantor Cabang. Lakukan hal yang sama ketika setting router Kantor Cabang, bisa dianalogikan seperti bertukar informsi IP Public.
[admin@Kantor Cabang] /interface bridge port> ad int=eoip2 bridge=bridge-1
[admin@Kantor Cabang] /interface bridge port> ad int=ether2 bridge=bridge-1
Jika sudah selesai, coba ping antar host dari jaringan lokal dibawah router, misal dari host lokal yang berada di Kantor Pusat ping ke host yang berada di Kantor Cabang.
Oke sekain dulu nanti kita lanjutkan ke tahap perbandingan, manakah yang lebih unggul antara IPIP dan EoIP dalam hal performa yang lebih optimal dalam hal Thorughput, delay dan Packet loss :)
Semoga Bermanfaat.
Note : Jika akan melakukan managment pada router dapat ditambahkan IP Address pada interface Bridge
Bagaimana cara menggabungkan sekaligus menambahkan koneksi dari 2 ISP yang berbeda menjadi 1 dan jika salah satu putus link tidak down? Pertanyaan ini lah yang akan kita cari jawabannya dan kita ulas di Tutorial Mikrotik kali ini.
Pada Tutorial Mikrotik kali ini, saya menggunakan 2 koneksi Internet dari 2 ISP yang berbeda.
ISP 1 = Three mobile broadband (USB Modem) --> port usb1 IP Address : Dynamic
ISP 2 = Telkomsel Flash (Android Tethering) --> port wlan1 IP Address : 192.168.43.1
Perangkat yang saya gunakan adalah Mikrotik RB751U-2HND. Perangkat ini memiliki 5 Port ethernet, 1 wlan, dan 1 port USB. Ketiga port ini akan kita gunakan untuk membangun sistem Dual ISP + Failover.
Disini saya coba menggunakan USB Modem sebagai koneksi ke ISP Three, dan wlan1 untuk koneksi dari HP Android ke ISP Telkomsel. Jika anda ingin menggunakan port ethernet saja atau port lainnya silakan dapat Anda sesuaikan sendiri setingan di tutorial ini.
Interface yang digunakan : 1. ppp-out --> koneksi ke ISP1 2. wlan1 --> koneksi ke ISP 2 3. ether2 --> koneksi ke client
Langsung saja ke Tutorial Mikrotik : Menggabungkan & Menambahkan Koneksi 2 ISP + Failover berikut ini :
1. Sebelum mulai, saya sarankan untuk me-reset Mikrotik Anda ke konfigurasi awal, agar tidak terjadi error setelah konfigurasi. 2. Masuk ke Mikrotik via Winbox --> Aktifkan interface wlan1 dan ppp-out. 3. Setting ppp-out dengan konfigurasi :
- Name : TRI - APN : 3 data - Phone : *99# - username : 3data - password : 3data
4. Setting wlan1 koneksikan dengan Android Tethering --> ganti nama wlan1 menjadi TSEL. 5. Buat DHCP Client untuk wlan1 (TSEL) --> IP --> DHCP Client --> Add 6. Tambahkan IP Address untuk ether2 7. Buat DHCP Server untuk ether2 8. Buat Mangle dengan script berikut. Silakan sesuaikan dengan nama interface yang anda gunakan :
11. Setingan Selesai. Coba koneksi dengan bandwidth test menggunakan speedtest.net.
12. Coba download test menggunakan IDM.
Bagi anda yang masih bingung dengan Tutorial Mikrotik ini, silakan lihat Video Tutorial Mikrotik : Menggabungkan & Menambahkan Koneksi 2 ISP + Failover berikut ini :
File Backup Mikrotik adalah salah satu file penting yang wajib kita perhatikan. File ini berisi seluruh konfigurasi Mikrotik, yang dapat menyelamatkan kita ketika perangkat Mikrotik rusak atau tiba-tiba error minta di reset.
Coba bayangkan saja ketika tiba-tiba mikrotik rusak atau error dan harus di reset, namun kita tidak punya backup konfigurasi nya. Udah gitu kita juga lupa atau ga paham konfigurasi sebelumnya. Kalau hal ini terjadi bisa gawat kan?
Hal tersebut lah yang juga saya antisipasi, karena ada puluhan perangkat Mikrotik yang saya kelola dan ada beberapa yang mulai rusak dan diganti. Dengan perangkat sebanyak itu kalau harus konfig ulang satu per satu kan repot juga, belum lagi konfig sebelum nya juga lupa-lupa ingat :p.
Nah, karena hal itulah saya coba buat sistem gimana caranya Mikrotik bisa Backup konfigurasi secara otomatis kemudian file backup tersebut dikirimkan ke email saya secara otomatis tiap minggu nya. Sebenarnya pada artikel sebelumnya juga sudah pernah dibahas soal ini, tapi tidak sampai kirim email secara otomatis.
Masih sama seperti artikel tersebut, disini saya masih menggunakan Script dan Scheduler, namun dengan penggunaan Script yang lebih complex.
Oke, sebelum kita mulai tutorial Cara Kirim Backup Mikrotik Otomatis via Email, pastikan hal-hal berikut sudah terpenuhi :
1. Mikrotik RouterOS sudah di-upgrade ke versi terbaru (paling tidak RouterOS versi 6)
2. Setingan Jam (Clock) Mikrotik sudah tepat (Bisa gunakan NTP Server)
3. Mikrotik sudah terkoneksi ke Internet dan Mikrotik sudah bisa kirim Email
4. Nama Identitas Mikrotik (System --> Identity) jelas
5. Punya 2 akun email Gmail
Jika hal-hal tersebut di atas sudah terpenuhi, mari kita lanjutkan ke tutorial Cara Kirim Backup Mikrotik Otomatis via Email nya :
1. Login ke Mikrotik via Winbox, Masuk ke menu System --> Script --> tambahkan script baru dengan nama autobackup --> Centang Semu Policy --> Pada kolom Source masukkan command berikut :
/system backup save name=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
2. Tambahkan script lagi dengan nama kirimbackup dengan command :
" Backup") from=EMAILENGIRIMANDA@gmail.com file=$backupname body=("Ini Adalah e-mail otomatis untuk mengirim backup Mikrotikl! Dikirim pada hari ini " .\ ([/system clock get date]).\ " pukul".\ ([/system clock get time]))
Silakan anda dapat mengganti text yang berwarna merah dengan email anda, dan text yang berwarna biru dengan isi pesan email.
3. Masuk ke Menu System --> Scheduler --> tambahkan Scheduler baru untuk script autobackup. Parameter waktu dan interval nya silakan anda sesuaikan sendiri. Disini saya contohkan untuk melakukan backup tiap 7 hari pada pukul 20.01 WITA yang dimulai sejak 18 Desember 2014.
4. Tambahkan lagi scheduler untuk script kirimbackup
5. Sekarang kita coba jalankan kedua script nya
6. Untuk melihat script nya jalan apa tidak, buka Files. Jika ada file backup dengan format nama BACKUP-IDENTITY-TANGGAL.backup berarti script autobackup berhasil.
7. Cek apakah script kirimbackup berhasil dieksekusi. Login ke email Gmail penerima, cek di inbox apakah ada email masuk yang isinya file backup Mikrotik.
8. Anda bisa ulangi proses di atas untuk perangkat Mikrotik lainnya, sehingga semua perangkat Mikrotik anda dapat mengirim file backup secara rutin dan otomatis ke email anda.
Memantau dan memonitor jaringan mikrotik dan perangkat lainnya yang saling terhubung dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama The Dude. The Dude adalah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor jaringan komputer dengan simple dan mudah.
The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down.
Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik.
The Dude dapat mengidentifikasi secara otomatis jenis dari perangkat yang ada di jaringan dengan menscan service yang digunakan oleh perangkat tertentu. Misalnya, the dude menscan perangkaat dengan open port 80, ia akan mengidentifikasikan perangkat itu sebagai Web Server.
Oke, sudah cukup penjelasannya. Sekarang kita coba Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut
3. Buka aplikasinya, akan muncul tampilan The Dude seperti gambar berikut :
Berikut adalah contoh peta jaringan dan data di the dude :
4. Untuk mulai menggunakannya ada dua cara :
- Memasukkan data perangkat secara manual
- Menscan semua perangkat di jaringan tertentu, data & peta jaringan perangkat akan muncul secara otomatis (opsi ini yang akan kita gunakan)
5. Klik menu Discover --> Masukkan alamat subnet jaringan yang ingin di scan. misalnya 10.10.10.0/24 --> klik Discover.
6. Semua perangkat yang dalam kondisi menyala pada subnet tersebut akan ditemukaan oleh The Dude dan secara otomatis akan terbentuk peta jaringan dari semua perangkat yang ditemukan tersebut, seperti gambar berikut ini. (Maaf sedikit sensor :D)
7. Dari gambar tersebut dapat diketahui kondisi masing-masing perangkat, dapat juga diketahui transfer rate antar perangkat (router).
8. Untuk melihat data secara detil perangkat hasil scanning, klik dua kali di icon perangkat. Kita dapat merubah data perangkat, seperti merubah nama, IP address, username & password, dll.
9. Status peralatan apakah jaringan nya up, down, atau ada service yang timed out dapat dilihat seperti gambar berikut : Keterangan Warna : - Warna hijau = Jaringan dan peralatan ok (up) - Warna merah = Ada gangguan jaringan atau peralatan (down)
- Warna orange = Ada service yang timed out, atau dalam interval tertentu terjadi sesekali timed out.
10. Selain itu pada tiap peralatan juga terdapat tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa status nya, seperti gambar berikut ini :
11. Selain dapat menscan perangkat secara otomatis, kita juga dapat menambahkan perangkat ke peta jaringan secara manual. Klik tombol + Device.
12. Masukkan IP Address perangkat, Masukkan Username & Password (jika ada) --> Next
13. Klik Discovery. The Dude akan menscan service yang berjalan pada device tersebut secara otomatis --> Finish
14. Kita juga bisa menghubungkan perangkat baru ini dengan menambahkan link. Klik tombol + Link.
15. Drag icon antar perangkat yang mau dihubungkan. Pilih Mastering type : Simple. Hasilnya akan seperti ini :
16. Untuk dapat menampilkan traffic (Tx Rx) antar kedua perangkat, pada link Anda bisa memilih Mastering Type : snmp atau routeros. Namun tidak semua perangkat mendukung fitur ini. Jika kedua perangkat adalah router Mikrotik, maka username dan password pada data perangkat harus diisi dan pilih mode routeros pada data dan link nya.
Oke, untuk sementara cukup sampai disini dulu tutorial Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Silakan anda coba-coba dan kembangkan sendiri sesuai kebutuhan jaringan nya.
Anda mencari Tutorial Cara Hack Admin Mikrotik? Jika iya, mungkin anda mencari cara hack Mikrotik karena anda Lupa Password Mikrotik. Atau mungkin karena ingin bisa masuk admin Mikrotik orang lain? Saya sarankan untuk hal nomor dua ini jangan anda lakukan :D.
Oke, Jika anda Lupa Password Mikrotik, ada dua solusi :
1. Reset Mikrotik (Semua konfigurasi dan setingan akan hilang dan kembali ke setingan awal)
2. Hack Mikrotik
Untuk opsi pertama silakan anda reset Mikrotik nya sesuai dengan tipe masing-masing yang pasti berbeda-beda caranya.
Untuk opsi kedua, ini yang akan kita bahas kali ini. Disini kita akan hack mikrotik dengan cara lama yakni menggunakan metode word list dengan tool brutus. Tool brutus ini mungkin sudah ga asing lagi bagi anda yang berkecipung di dunia internet. Dengan tool ini kita akan mengira-ngira username dan password apa yang mungkin digunakan, kemudian tool ini akan mencoba untuk login secara otomatis sebanyak perkiraaan username dan password itu. Jadi kita tidak perlu login manual berkali-kali.
Langkah-langkah Tutorial Cara Hack Admin Mikrotik adalah sebagai berikut :
Oke, selesai sudah. Trik hack mikrotik ini bisa berjalan sukses jika digunakan untuk mencari username dan password kita yang lupa, karena kita akan tau perkiraan kombinasi username dan password yang digunakan, sehingga kesempatan untuk berhasil akan lebih besar dibandingkan jika kita mau meng-hack mikrotik orang lain.
Bagaimana cara menghilangkan / menghapus Log di Mikrotik? Pertanyaan ini mungkin muncul ketika anda membuka Log dan ingin menghapusnya tetapi tidak ada menu atau command untuk menghapus Log Mikrotik tersebut.
Memang pada mikrotik tidak terdapat menu atau command untuk menghapus Log Mikrotik. Namun, kita masih bisa mengakalinya dengan meminimalisir tampilan log yang muncul di Mikrotik.
Cara Menghilangkan Log Mikrotik sebagai berikut :
1. Login ke Mikrotik
2. Di terminal masukkan command berikut :
/system logging action set memory memory-lines=1
3. Daftar log Mikrotik akan menghilang dan hanya menyisakan 1 baris saja.
4. Untuk mengembalikannya ke semula bisa menggunakan command ini :
/system logging action set memory memory-lines=100
Oke, demikianlah Cara Menghilangkan Log Mikrotik. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)
Proteksi dan keamanan pada router Mikrotik sangatlah penting untuk menjaga kelangsungan jaringan komputer kita. Terutama untuk menjaga router Mikrotik dari serangan hacker dan orang yang tidak bertanggunga jawab. Salah satu cara untuk memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker yaitu dengan menggunakan Port Knocking. Port Knocking adalah salah satu cara untuk memproteksi router mikrotik dari hacking ataupun brute force dengan melakukan blocking pada Telnet, Mac Telnet, SSH ataupun Winbox, dan hanya membuka akses tersebut hanya untuk administrator saja. Dengan cara ini network administrator dapat melakukan perubahan setting di router secara lebih aman.
Caranya adalah dengan memblok port Telnet, Mac Telnet, SSH ataupun Winbox dan ketika admin ingin melakukan konfigurasi di mikrotik maka harus mengirimkan paket ICMP / ping dan juga port 80 / mengakses IP router di browser agar port tersebut dibuka. Jadi kita akan Mencegah Serangan Hacker dengan Firewall Mikrotik.
Berikut adalah Langkah-langkah Cara Memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker dengan Port Knocking :
1. Login ke Mikrotik via Winbox. Masuk ke Menu IP --> Firewall --> pada tab Filter --> Add (+) rule.
2. Pada tab General : - Chain : input - Protocol : icmp
3. Pada tab Action : - Action : add src to address list - Address List : ICMP - Timeout : 00:01:00 (1 menit) - Apply --> OK
4. Rule diatas berfungsi agar setiap orang yang mengirimkan paket ICMP untuk request buka port hanya valid selama 1 menit, dan nantinya IP tersebut akan masuk ke dalam Address List di Firewall mikrotik.
5. Kita tambahkan juga rule agar router meminta Anda untuk mengirimkan request dengan menggunakan port 80 atau mengakses ip router di web.
6. Tambahkan rule kedua. Pada tab General : - Chain : input - Protocol : tcp - Dst. Port : 80
7. Pada tab Advanced : - Src. Address List : ICMP
8. Pada tab Action : - Action : add src to address list - Address List : ICMP + HTTP - Timeout : 00:01:00
9. Sekarang kita tambahkan rule ketiga agar Mikrotik dapat mengenali IP admin yang mengirimkan request ICMP dan mengirimkan Web request yang berfungsi untuk membuka port SSH, Telnet dan Winbox.
10. Pada tab General : - Chain : input - Protocol : tcp - Dst. Port : 80,22,8291
11. Pada tab Advanced : - Src. Address List : ! ICMP + HTTP (Jangan lupa klik kotak sampai muncul tanda "!")
12. Pada tab Action - Action : drop
13. Setelah semua rule tersebut dibuat, susunan rule nya adalah seperti ini :
14. Sekarang kita coba uji rule Port Knocking ini. Close Winbox --> Buka Putty (SSH) --> Login ke Mikrotik via Putty. Coba juga login lagi via Winbox. Hasilnya kita tidak bisa login.
15. Agar kita bisa login, buka CMD --> ke IP address Mikrotik --> Buka web Browser --> akses IP Mikrotik melalui web browser.
16. Sekarang kita coba lagi login via Winbox maupun Putty (SSH). Hasilnya kita bisa login. Coba cek ke address list (IP --> Firewall --> tab Address List). IP kita akan terekam di address list selama 1 menit.
17. PERHATIAN INI PENTING!!! Karena IP address kita hanya terekam selama 1 menit saja di address list, maka agar kita bisa tetap login di Mikrotik, rule terakhir harus di disable dulu. Jika tidak, maka setelah 1 menit winbox akan disconnect.
18. Setelah kita selesai mengkonfigurasi Mikrotik, sebelum log off Winbox jangan lupa kita aktifkan (enable) lagi rule ketiga agar proteksi Port Knocking dapat berjalan kembali.
Demikian Tutorial Mikrotik tentang Cara Memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker dengan Port Knocking. Silakan dicoba dan diterapkan di Mikrotik masing-masing untuk mencegah Hacking Mikrotik.
Sumber : http://mediabisnisonline.com/lindungi-router-mikrotik-anda-dari-hacker-dengan-port-knocking/