Showing posts with label Kesenian. Show all posts
Showing posts with label Kesenian. Show all posts

HUBUNGAN ANTARA KARYA SENI, SENIMAN DAN MASYARAKAT

Visiuniversal-kesenian-masyarakat
Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, kita sering melihat berbagai pertunjukan seni dan kesenian di berbagai kesempatan. Dari kursi penonton kita dapat melihat kearah panggung, pemain-pemain seni pertunjukan memperlihatkan kebolehan mereka memainkan berbagai lakon sesuai dengan seni dan pertunjukan yang mereka tampilkan saat itu. Tapi tahukah kalian dibalik keindahan dan kemegahan pertunjukan tersebut, ada campur tangan dan kerja keras para pekerja seni dan seniman yang hebat. Lalu siapakah seniman itu?

Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling sering adalah untuk menyebut orang yang menciptakan karya seni, seperti seni lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.

Dengan demikian, seniman adalah orang yang kerjanya mengolah atau mencipta suatu barang kesenian. Kerja orang semacam itu tidak lain adalah memberikan bangun atau bentuk indah kepada sesuatu hal atau benda. Ada seniman yang kerjanya memberikan bangun tertentu pada sepotong gading, kayu, logam, batu dan sebagainya dengan jalan mengukir, memahat atau menempa sehingga masing-masing indah kelihatannya. Ada juga seniman yang bahannya berupa suara atau bunyi, ciptaannya itu dapat kita nikmati sebagai lagu yang dinyanyikan atau dimainkan dengan instrumen-instrumen musik. Dalam seni lukis dan seni gambar orang menyatakan perasaan atau pandangannya tentang kenyataan dengan memakai berbagai macam garis dan warna.

Untuk menciptakan dan menggambarkan karya seni, seseorang seniman memerlukan ekspresi dan kreativitas, karena melalui hal tersebut dapat memunculkan originalitas, keotentikan, keunikan, karakter dari hasil karya seni yang diciptakannya.

Seni bukanlah sebatas benda, tetapi juga meliputi nilai-nilai sebagai respon estetik dari publik melalui proses pengalaman seni. Seni dan pengalaman tersebut merupakan bagian dari filsafat seni. Ada tiga persoalan pokok dalam filsafat seni, yaitu benda sebagai hasil kreasi seniman, pelaku seni (seniman), dan penikmat seni (publik). Dari hasil karya para seniman, akan muncul reaksi sebagai hasil proses pemahaman publik (apresiator). Reaksi adalah yang dinamakan nilai-nilai seni.

Seniman berupaya mengkomunikasikan idenya kepada publik melalui benda-benda seni. Sebagai apresiator, publik memberikan tanggapannya. Sebuah karya seni tidak mungkin ada jika tanpa ada seniman. Seniman menggunakan karya seni yang dihasilkannya sebagai media untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan perasaannya kepada publik. Sebuah karya seni pun tidak hanya sebatas pada aspek kebendaan semata, melainkan juga meliputi aspek nilai yang datangnya dari publik sebagai penikmat seni. Kehidupan masyarakat juga tidak akan berarti tanpa kehadiran seni, Karena seni memiliki berbagai fungsi penting, antaralain sebagai media pewarisan budaya, saran hiburan, sarana pendidikan, dan dapat menimbulkan semangat solidaritas. Dengan demikian ketiga unsur tersebut, saling bergantung satu sama lain.

Potensei seni terkait erat dengan fungsi yang disandangnya, antara lain sebagai media pewarisan budaya, sarana pendidikan, media hiburan masyarakat, aset pendapatan devisa nasional, fungsi ekonomi masyarakat, dan fungsi politik tertentu. Dari berbagai potensi tersebut, muncul berbagai macam dampak, baik dampak yang positif maupun yang negatif. sebagai berikut :

1. Dampak Positif
a. melestarikan nilai-nilai budaya
b. Meningkatkan etika dan moralitas masyarakat melalui pendidikan seni
c. Menentramkan kehidupan masyarakat
d. Menimbulkan solidaritas masyarakat
e. Meningkatkan perekonomian rakyat dan negara.

Dampak positif dari potensi seni tersebut dapat membawa kita ke arah kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu diperlukan sikap yang bijak dari semua kalangan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal dan nasional. Perbedaan keragaman budaya harus disikapi dengan baik, yaitu menganggap bahwa perbedaan budaya dapat dijadikan sebagai aset kekayaan bangsa, bukan perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan.

2. Dampak negatif
Dampak negatif dan potensi keberagaman budaya adalah sebagai berikut :
a. munculnya karya seni yang kebablasan, yaitu tidak lagi memperhatikan niali-nilai estetika dan moral masyarakat
b. melunturnya nilai-nilai seni tradisional yang diakibatkan oleh globalisasi budaya
c. keragaman seni sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memicu konflik.

Dari potensi negatif di atas, sudah selayaknya kita bersikap bijak, terutama terhadap globalisasi budaya,jangan sampai globalisasi budaya melunturkan nilai-nilai seni tradisional kita yang sarat akan nilai-nilai moral. Kita harus mampu membedakan dan menyaring pengaruh mana yang harus kita ambil dan mana yang harus kita hindari.

Demikianlah atikel singkat tentang hubungan antara karya seni, seniman dan masyarakat, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar bagi siswa dan warga belajar sekalian. terimakasih.

MENGAPRESIASI SENI DALAM MAKNA SIMBOL WARNA SENI RUPA

Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, dalam mata pelajaran kesenian khususnya seni rupa, kita akan mendapatkan tugas untuk mengapresiasi suatu karya seni. Dalam mengapresiasi suatu karya seni khususnya seni rupa, biasa perhatian kita terlebih dahulu tertuju pada bentuk fisik karya yang meliputi; gambar atau bentuk (simbol) tertentu yang terlihat dalam kemampuan visual kita. Wujud fisik sebuah karya seni rupa disebut objek karya seni. Berbagai hal yang ada di dunia sekita kita bahkan dalam dunia imajinasi merupakan sumber ilham atau dapat menjadi objek bagi pembuatan karya seni rupa. Baru kemudian perhatian kita akan beralih ke tema karya yang mengungkapkan isi, pesan, atau makna dari simbol-simbol yang terdapat pada karya. Unsur-unsur rupa dari karya tersebut menjadi simbol dari makna yang tersirat di dalamnya.

Makna simbolis karya seni rupa tradisi tampak jelas dalam benda yang berhubungan dengan religi/keagamaan dan adat. Berbagai arca dan pahatan relief peninggalan zaman kerajaan Hindu Budha merupakan simbol dari berbagai hal dalam kebudayaan Hindu dan Budah. Contohnya: lingga dan yoni menjadi lambang pria dan wanita serta lambang kesuburan; arca Dewi Saraswati menjadi lambang kesenian; dan kain Poleng Bali yang bermotif kotak-kotak berwarna hitam putih bermakna sebagai simbol kekuatan dan kelemahan atau kebaikan dan kejahatan (segala sesuatu saling berpasangan).

Pada karya seni rupa modern makna simbolisnya bersifat lebih personal, merupakan ekspresi dari imajinasi dan interpretasi bebas si seniman dalam berkarya. Simbol dari makna tersirat suatu karya seni rupa dapat kita temukan atau ungkapkan dalam bentuk repsentatif atau non-representatif. Misalnya, Ivan Sagito (1988) mengungkapkan makna simbolis pada karya lukisnya "Woman and Mask" dengan gaya surealistik bagai melukis alam mimpi yang penuh misteri.
Lukisan Woman and Mask
Dalam hal ini unsur-unsur rupa juga membantu membentuk kesan dan simbol dari karya seni. Garis yang dibuat lengkung akan terkesan lembut dan halus, Sedangkan garis yang dibuat lurus terlihat lebih tegas dan keras. Tiap warna juga melambangkan sesuatu hal dan memberi kesan yang berbeda. Misalnya warna hijau dan biru memiliki sifat sejuk, dingin, dan segar, sedangkan warna jingga dan merah memiliki sifat hangat, ceria dan panas.

Mengenai warna ada beragam interpretasi dalam mengartikannya. Warna yang sama dapat juga mengandung makna yang berbeda dan berlainan, hal ini dipengaruhi oleh kultur-budaya serta keyakinan masyarakatnya. Misalnya, ada warna putih yang digunakan sebagai simbol berkabung pada masyarakat Tionghoa, sedangkan pada masyarakat Barat berkabung itu digunakan warna hitam, atau ada warna kuning untuk berkabung pada masyarakat Betawi.

Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna.

1. Jenis warna
Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut :
  • Warna primer, yaitu tiga warna pokok yakni merah, biru, dan kuning.
  • Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer dan menghasilkan warna hijau, jingga dan ungu.
  • Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder,menghasilkan warna kuning hijau, hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu, merah-jingga, dankuning-jingga.Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate danmenghasilkan sebanyak 12 warna.  
  • Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.

2. Sifat warna
Sifat dari warna-warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity. sebagai berikut :

a. Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.

b. Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambah putih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.

c. Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut. Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni:
  • Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satuwarna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
  • Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga,dan merah kontras hijau.
  • Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
Peta warna, peta dalam warna


Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat.

Berikut ini beberapa contoh sifat dan makna warna yang banyak kita temukan di masyarakat kita :

Demikianlah cara mengapresiasi seni dalam makna simbol warna seni rupa, semoga artikel ini bermanfaat. terimakasih.

  

INILAH PENTINGNYA KEGIATAN BERMAIN MUSIK DI SEKOLAH

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, Musik adalah salah satu cabang seni, Musik dapat diwujudkan dengan adanya bunyi, dengan kata lain media musik atau bahan untuk terwujudnya musik adalah bunyi dan diam. Menurut Remer (dalam buku: Elliot, 1992) musik dibangun oleh unsur-unsur ritme, melodi, harmoni, tekstur, bentuk yang dibungkus oleh kualitas musik yaitu unsur warna bunyi atau warna nada dan kekuatan (volume atau intensitas) atau dinamika bunyi. 

Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. (wikipedia.org)


Kegiatan Bermain Musik di Sekolah
 
Bermain musik itu sangat penting bagi seseorang, karena dapat meningkatkan kemampuan musikal seseorang yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara positif bidang kemampuan yang lainnya. Bidang kemampuan yang dapat dipengaruhi secara positif oleh musik ini adalah bidang bahasa, komunikasi, fisik, emosi, esetetika, sosial , kognitif dan science.

Teori Multiple Intelligences yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat pendapat bahwa seni khususnya musik ini mempunyai fungsi dan pengaruh dalam mengembangkan intelegensi seseorang. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seseorang secara holistik. Secara khusus tentang musik dan sekolah ini, teori multiple intelligences yang dikembangkan Garner ini memberikan perluasan wawasan bahwa manusia memiliki intelegen khususnya intelegen musikal.

Kecerdasan musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal. Kemampuan ini, meliputi (1) kemampuan mempersepsi bentuk musikal, seperti menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi berpola nada, (2) kemampuan membedakan bentuk musikal, seperti membedakan dan membandingkan ciri musikal bunyi, suara, dan alat musik, (3) kemampuan mengubah bentuk musikal, seperti mencipta dan memversikan musik, dan (4) kemampuan mengekspresikan bentuk musikal, seperti menyanyi, bersenandung, dan bersiul-siul. Hal ini berarti, kecerdasan musikal meliputi kemampuan mempersepsi dan memahami, mencipta, dan menyajikan bentuk-bentuk musikal (Armstrong, 2003). 

Seseorang siswa di sekolah yang menonjol dalam perkembangan musik akan peka terhadap suara-suara di sekelilingnya, termasuk suara dari alat musik dan suara orang yang sangat mungkin tidak diperhatikan oleh anak sebaya lainnya. Seseorang yang mempunyai kepekaan tinggi ini suatu ketika terlihat sedih apabila tanpa musik. Mereka lalu bersenandung untuk memecah keheningan yang terjadi.

Tujuan kegiatan seni musik di sekolah bukanlah membuat anak mampu menghasilkan keterampilan khusus dalam bermusik, tetapi lebih pada membantu anak untuk mampu mengungkapkan diri melalui seni musik tersebut. Dengan kegiatan bermain musik seorang siswa mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik karena kemampuannya untuk mengungkapkan dirinya menjadi lebih jelas dan terarah.

Demikian tentang pentingnya kegiatan bermain musik di sekolah ini, semoga bermanfaat, Terima kasih.

MENGENAL MUSIK KLASIK DAN ZAMANNYA

Visiuniversal--Warga belajar dan siswa sekalian, Kebanyakan dari kita jika mendengar tentang musik klasik beranggapan bahwa itu adalah salah satu jenis atau aliran musik, padahal musik klasik itu sebenarnya hanya merupakan salah satu periode perkembangan musik yang dianggap dapat mewakili seluruh periode tersebut pada zaman yang sudah ditentukan. Gambarannya musik pada jaman ini tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan. Sedangkan komposisi instrumennya beragam. Agar tidak terlalu jauh, akan kita mulai dari zaman yang sudah memiliki ciri-ciri yang jelas. Berikut ini periode perkembangan dari musik klasik tersebut:

1. Barok dan Rokoko (Abad ke-17)

Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Kata "Barok" berarti "mutiara yang tidak berbentuk wajar", hal ini sangat cocok dengan seni dan perancangan bangunan pada era itu. Kata “Barok” pada akhirnya juga dipakai untuk jenis musik pada saat itu.  

Ciri-cirinya :
  • Melodi cenderung lincah
  • Banyak menggunakan ornamen
  • Ada dinamika keras (forte) lunak (piano)
  • Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (poliponik/kontrapunk).   
Para komponis musik Barok membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik. Era musik Barok juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik dimainkan dengan sangat baik di era ini.

Beberapa Tokoh atau komponis zaman Barok:

Johann Sebastian Bach,

Karyanya: berbagai konserto, simfoni, komposisi untu piano, viola, sonata, Toccata, Minuet, dan lain-lain
George Friederich Handel,

Karyanya: Konserto grosso, oratorio, Royal Fireworks, Water musik,
Antonio Vivaldi.

Karyanya: Koserto for Lute/Guitar, Trumpet, Four Seasons/Violin.
Johann Pachelbel

Pada zaman Barok, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsichord. Karya Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri. Musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato.


2. Klasik (Abad 18) 

Ciri-cirnya :
  • Ornamen lebih dibatasi
  • Ada peralihan tempo accelerando dan ritardando.
  • Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo.
  • Harmoni tiga Nada atau lebih berbunyi bersamaan (homofonik)
Tokohnya :
Franz Joseph haydn
Karyanya: berbagai simfoni, kwartet, oratorio, komposisi untuk cello, sonata piano, opera, dan lain-lain
Wolfgang Amadeus Mozart
Kaeryanya: konserto, simfoni komposisi untuk piano, viola, kwartet, sonata, requiem, opera, dan lain-lain.

  3. Romantik (Pertengahan Abad Ke-18)

Pada Masa Romatik ini, musik bersifat ekspresif untuk mengungkapkan perasaan yang sebujektif, bukan sekedar untuk keindahan.

Ciri-cirinya:
  • Tidak ada ornamen
  • Melodi seakan berkomunikasi/berekspresi
  • Harmoni bervariasi, homofonik dan polifonik
  • penggunaan dinamik dan tempo secara optimal dan bervariasi
 Tokohnya:

Ludwig van Beethoven 
Karyanya:  koserto, komposisi untuk piano, viola, simfoni, kwartet gesek, sonata, overture, opera, choral, dan lain-lain

F.P. Schubert, F.J.L Mendelssohn, F.F.Chopin,R.A. Schuman, Franz Liszt, W.R. Wagner, L.H. Berlioz, J. Brahms.
   
Setelah itu terdapat zaman peralihan dari Romantik ke Modern (Periode Klasik abad ke-19) meninggalkan ciri romantik, walau tidak total, ke berbagai ciri yang beragam.

Tokohnya: Richard Strauss, P.I. Tchaikovsky, Tosselli.


4. Kontemporer Klasik (Akhir Abad Ke-19-Awal Abad Ke-20)

Disebut Kontemporer Klasik untuk membedakannnya dengan musik Kontemporer Modern. Istilah yang dipakai tidak sesuai dengan pengertian yang sesungguhnya. Kontemporer artinya sesuai dengan zamannya. Kenyataannya justru merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan popularitas zamannya.

Pada zaman ini musik bersifat impresionis, tidak dibatasi oleh aturan untuk keindahan atau mengekspresikan perasaan, tetapi lebih sering mengalun sekehendak mood komposernya.

Ciri-cirinya:
  • Banyak menggunakan modulasi (perubahan nada dasar)
  • Ada perubahan komposisi instrumen.
  • Dinamik dan tempo dengan variasi tak lazim
  • Harmoni lepas diri dari sistem tonal (pengelompokan tingkat akor).

Tokohnya:
Claude Debussy, George Gershwin.
Karya: berbagai opera, orkestral, nocturno, Prelude, kwartet, dan lain-lain. 

Demikianlah warga belajar dan siswa sekalian tentang musik klasik dan zamannya, semoga bermanfaat. terimakasih.

MENGENAL JENIS-JENIS MUSIK DALAM KESENIAN

Musik Tradisional
Visiuniversal--Warga Belajar-dan siswa sekalian, dalam mata pelajaran dan pembahasan Materi Kesenian kita kali ini, kita akan menggali kembali beberapa jenis musik yang kita kenal secara umum. Jenis-jenis musik ini telah menjadi bahasan Pokok dalam memahami jenis musik di Indonesia Pada Khususnya di dunia Pada umumnya. 

Setelah mempelajari jenis-jenis musik ini, kalian diharapkan dapat; mempresentasikan tanggapan tentang keragaman seni nusantara dan negara lain dengan memperhatikan konteks kehidupan dan budaya masyarakat kita. Juga diharapkan warga belajar dan siswa dapat mendeskripsikan sejarah dan perkembangan musik tersebut.

Secara umum jenis musik terbagi menjadi 5 jenis musik yang akan kita bahas di sini. yaitu ; 
  1. Musik Klasik, 
  2. Musik Tradisional/Daerah
  3. Musik Modern
  4. Musik Kontemporer
  5. Komposer dan Arranger
 1. MUSIK KLASIK 

Kebanyakan dari kita jika mendengar tentang musik klasik beranggapan bahwa itu adalah salah satu jenis atau aliran musik, padahal musik klasik itu sebenarnya hanya merupakan salah satu periode perkembangan musik yang dianggap dapat mewakili seluruh periode tersebut pada zaman yang sudah ditentukan. Gambarannya musik pada jaman ini tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan. Sedangkan komposisi instrumennya beragam. Agar tidak terlalu jauh, akan kita mulai dari zaman yang sudah memiliki ciri-ciri yang jelas......


Baca tentang musik klasik Selengkapnya di bawah ini !!

Konser Musik Klasik

  1. Pembahasan tentang Musik Klasik, baca di sini !!
  2. Pembahasan tentang Musik Tradisional/Daerah baca di sini !!
  3. Pembahasan tentang Musik Modern baca di sini !!
  4. Pembahasan tentang Musik  Musik Kontemporer baca di sini !!
  5. Pembahasan tentang Musik Komposer dan Arranger baca di sini !!

Visiuniversal, pembahasan tentang jenis-jenis musik untuk materi pembelajaran kesenian Kejar Paket C Setara SMA dan SMA (Sekolah Menengah Tingkat Atas) kelas X dan XI.

 

LAGU INDONESIA RAYA - LIRIK DAN PARTITUR ASLI

Lirik lagu, dan Partitur asli dari Lagu Kebangsaan kita Indonesia Raya karya W.R Soepratman :



Berikut ini Partitur Untuk Lagu Indonesia Raya sebelum ada perubahan.


Demikian Lagu-Lirik-Partitur Lagu Kebangsaan Indonesia, semoga bermanfaat, terimakasih.

Sumber : Google dengan editing seperlunya !!

SEJARAH SINGKAT PENCIPTAAN LAGU INDONESIA RAYA

Indonesia Raya, Lagu Kebangsaan indonesia, Lagu bangsa Negara kita
Sejarah dan perjalan Singkat Penciptaan Lagu Indonesia Raya sebelum kemerdekaan Indonesia.

Warga--Belajar dan siswa sekalian, Berdasarkan Instruksi kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang penumbuhan budi pekerti dan pembudayaan penumbuhan budi pekerti tersebut, salah satu kegiatan sehari-hari yang harus kita lakukan adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum kegiatan Materi Pembelajaran dimulai. Nah Agar kita bisa lebih menghayati makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam lagu Indonesia Raya tersebut, alangkah baiknya jika kita mengenal lebih dalam lagi tentang lagu Indonesia Raya Tersebut. Berikut Sejarah Singkat tentang Penciptaan Lagu Indonesia Raya;
Sejarah Singkat Penciptaan Lagu Indonesia Raya; visiuniversal.blogspot.com

Indonesia Raja (ejaan lama) atau kita kenal dengan Indonesia Raya, adalah lagu kebangsaan Indonesia Republik Indonesia. Pada tahun 1924 Supratman menulis lagu Indonesia Raya atas anjuran dari H. Agus Salim yang ditulis di harian Fajar Asia agar komponis Indonesia membuat lagu kebangsaan. Lagu ini pertama kali diperkenalkan oleh komponisnya, Wage Rudolf Soepratman, pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia.Lagu ini menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia yang mendukung ide satu "Indonesia" sebagai penerus Hindia Belanda, Indonesia Raya dipilih sebagai lagu kebangsaan ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia Raya dimainkan pada upacara bendera. Bendera Indonesia dinaikkan dengan khidmat dan gerakan yang diatur sedemikian supaya bendera mencapai puncak tiang bendera ketika lagu berakhir. Upacara bendera utama diadakan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Upacara ini dipimpin oleh Presiden Indonesia.
Sejarah Singkat Penciptaan Lagu Indonesia Raya; visiuniversal.blogspot.com

Pecipta Lagu Indonesia Raya ; Wage Rudolf Soepratman



Biografi Wage Rudolf Soepratman

Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.

Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.

Tentang kehidupan pribadi W.R. Soepratman hingga akhir perjalanan hidupnya ia diketahui tidak beristri serta tidak pernah mengangkat anak.

Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya, pada waktu itu ia berada di Bandung dan pada usia 21 tahun.

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kondisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito). Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi sayangnya, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Soepratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan.

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh WR Supratman dan dikumandangkan pertama kali di muka umum pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta (pada usia 25 tahun), dan disebarluaskan oleh koran Sin Po pada edisi bulan November 1928. Naskah tersebut ditulis oleh WR Supratman dengan Tangga Nada C (natural) dan dengan catatan Djangan Terlaloe Tjepat, sedangkan pada sumber lain telah ditulis oleh WR Supratman pada Tangga Nada G (sesuai kemampuan umum orang menyanyi pada rentang a - e) dan dengan irama Marcia [3], Jos Cleber (1950) menuliskan dengan irama Maestoso con bravura (kecepatan metronome 104).

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang terakhir "Matahari Terbit" pada awal Agustus 1938, ia ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM jalan Embong Malang - Surabaya dan ditahan di penjara Kalisosok-Surabaya. Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.
Sejarah Singkat Penciptaan Lagu Indonesia Raya; visiuniversal.blogspot.com

Kontroversi Lagu Indonesia Raya yang Pernah Terjadi :

Terjadi Kontraversi pada tahun 1990-an, Remy Sylado, seorang budayawan dan seniman senior Indonesia mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda. Kaye A. Solapung, seorang pengamat musik, menanggap tulisan Remy dalam Kompas tanggal 22 Desember 1991. Ia mengatakan bahwa Remy hanya sekadar mengulang tuduhan Amir Pasaribu pada tahun 1950-an. Ia juga mengatakan dengan mengutip Amir Pasaribu bahwa dalam literatur musik, ada lagu Lekka Lekka Pinda Pinda di Belanda, begitu pula Boola-Boola di Amerika Serikat. Solapung kemudian membedah lagu-lagu itu. Menurutnya, lagu Boola-boola dan Lekka Lekka tidak sama persis dengan Indonesia Raya, dengan hanya delapan ketuk yang sama. Begitu juga dengan penggunaan Chord yang jelas berbeda. Sehingga, ia menyimpulkan bahwa Indonesia Raya tidak menjiplak.
Sejarah Singkat Penciptaan Lagu Indonesia Raya; visiuniversal.blogspot.com

Sumber:
- Wikipedia.co.id
- http://www.kaskus.co.id/
- Gambar Google Taken


Berikut Lirik Lagu dan Partitur Lagu Indonesia Raya; untuk menyanyikan "LAGU INDONESIA RAYA" Klik Di sini !!


HAKIKAT DAN MANFAAT ORIGAMI UNTUK ANAK SEKOLAH

Menurut pengertiannya, Origami yang berasal dari bahasa Jepang  yaitu dari kata "ori" yang berarti "lipat", dan "kami" yang berarti "kertas" dalam bahasa Jepang merupakan sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan (wikipedi.org).

Origami atau kirigami yang sudah dikenal banyak orang ternyata memiliki manfaat yang besar sekali untuk perkembangan anak usia sekolah bahkan mahasiswa Perguruan Tinggi. Secara mendasar origami tidak hanya sekedar seni melipat kertas saja. Tetapi filosofi origami adalah mengajarkan ketelatenan dan kesabaran. Termasuk juga mengajarkan bagaimana ketelitian dan tanggung jawab yang tinggi.

Selain Selain fungsi tersebut, bagi anak-anak origami juga dapat dijadikan alat kreasi buatan sendiri yang juga dapat dimainkan. Kemudian bagi remaja, seni melipat juga ini juga bisa memiliki fungsi hiasan dekorasi. Dengan demikian juga bagi orang dewasa, khususnya ibu rumah tangga, origami dapat dijadikan alat komunikasi dan bermain kreatif dengan anak-anaknya.


Origami itu karya seni yang matematis sifatnya, karena lipatannya tidak sembarangan. Dalam arsitektur juga berguna menginspirasi hiasan interior ataupun struktur. Selain sebagai kegiatan yang menyalurkan hobi sifatnya, tidak menutup kemungkinan origami juga dapat digunakan sebagai media untuk menambah pendapatan keluarga. Sebab hasil karya origami bisa dibuat sebagai sebuah cenderamata yang bisa dijual.

Bahan dasar pelatihan origami itu adalah menggunakan bahan kertas. Akan tetapi, aplikasi dari origami itu bisa dilakukan pada media apa saja yang telah ada. Misalnya dari seng, inspirasinya itu bukan berarti dilipat. Tetapi mengaplikasikan bahan ke dalam suatu bentuk yang indah dan menarik.