Showing posts with label Ilmu Pengetahuan Sosial. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan Sosial. Show all posts

INILAH ALASAN BANGSA INDONESIA MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI PANCASILA

Pancasila
Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kita akan melihat tentang alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila. Seperti kita ketahui bahwa Pancasila adalah dasar negara dan ideologi negara yang wajib dipahami, diamalkan, dan dipertahankan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Jika kita melihat kembali ke masa lalu dalam rentang sejarah perjalanan Pancasila sebagai ideologi, maka kita akan melihat banyak nya godaan dan gangguan yang berusaha untuk merubah dan mengganti ideologi Pancasila ini dengan paham dan ideologi lain. Tetapi kita bangsa Indonesia tetap tak bergeming dan terus mempertahankan Ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bagi bangsa Indonesia ini.

Adapun alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila dapat diketahui dari tiga aspek, yaitu ; Historis,  Sosiologis, dan Ancaman ideologi lain. 

a. Historis

     Secara Historis, nilai-nilai Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sebelum adanya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia wajib menghayati, melestarikan, dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila itu dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


b. Sosiologis

       Melemahnya kepercayaan rakyat terhadap ideologi Pancasila dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sudah lama dibina, dipelihara serta dijaga. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia wajib mengembangkan dan mengkaji lagi nilai-nila Pancasila sebagai hasil karya besar dari bangsa sendiri.


c. Ancaman ideologi lain. 

       Dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila kita sadar akan keberadaan ideologi lain yang membahayakan kelangsungan hidup Pancasila, misalnya;
1) Paham komunis
2) Paham liberalisme
3) Paham yang menyalahgunakan agama

Golongan-golongan yang mengatas-namakan agama sering melakukan kegiatan yang membahayakan kelestarian Pancasila. Agama mengajarkan kebaikan dan kebenaran, cinta kasih sesama manusia, tetapi sering disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan agama tetapi ajarannya bertentangan agama sehingga menyesatkan masyarakat.

Demikian tentang alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar untuk memahami lebih jauh tentang Ideologi Pancasila. Terimakasih.

* * *

KESULTANAN SAMUDRA PASAI


Visiuniversal---Kerajaan Samudera Pasai merupakan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didiriakn oleh Malik Al Saleh. Sebelum menganut agama Islam, ia bernama Marah Sile atau Marah Selu yang merupakan Putra dari Marah Gajah, bangsawan dari Persia.

Setelah Sultan Malik Al Saleh wafat, Pada tahun 1326 Sultan Mahmud juga wafat. Selanjutnya pemerintahan kerajaan Islam Samudra pasai dipimpin oleh Sultan Ahmad yang bergelar Sultan Malik Al Tahir. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad, kerajaan Samudra Pasai mendapat kunjungan Ibnu Batuta, utusan Sultan Delhi. Ibnu Batuta menceritakan bahwa Samudra Pasai merupakan bandar utama pelabuhan yang sangat penting. Karena di pelabuhan ini menjadi tempat bongkar muat barang-barang dagangan yang dibawa oleh para pedagang dari dalam dan luar negeri (India dan Cina). Sultan Muhammad Malik At Thahir yang juga wafat kemudian digantikan oleh Sultan Muhammad Malik Al Zahir. Pada masa pemerintahannya, kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran. Adiknya yang bernama Mansur Malik Al Zahir yang tidak sependapatnya melakukan pemberontakan dan memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah. Pada tahun 1521 M, kerajaan Samudera Pasai dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun. Kemudian pada tahun 1524 M, dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh.

Dari beberapa penggalian dan penelitan yang ada, Sumber sejarah yang membuktikan adanya kerajaan Samudra Pasai antara lain adalah:
  1. Berita dari perjalanan Marcopolo, saudagar Venesia. Pada tahun 1292 ia mendatangi Perlak dan tempat-tempat lainnya di bagian utara Aceh. Menurutnya, masyarakat Perlak telah menganut agama Islam dan banyak para pedagang India yang giat menyebarkan agama Islam di sana.
  2. Adanya penemuan dari nisan Sultan Malik al Saleh di tepi Sungai Pasai (Sungai Pasangan) yang bertuliskan tahun 635 H, atau tahun 1297 M.



KESULTANAN DEMAK

Masjid Demak
Visiuniversal----Menurut Babad Tanah jawi, Raden Patah adalah keturunan raja terakhir Majapahit, yaitu Raja Brawijaya V yang beristrikan seorang putri china. Setelah kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, Demak melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit dan Raden Patah mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa pada tahun 1483 M. 

Pada Abad ke-15 tersebut di Pulau Jawa berdiri kerajaan Islam Demak. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Pendiri kerajaan ini bernama Raden Patah. Ia sebenarnya adalah salah seorang bupati di kerajaan Majapahit yang berkedudukan di Demak dan telah menganut Islam. Kekuasaan Majapahit ketika itu sudah lemah. Keadaan ini mendorong Raden Patah untuk mendirikan kerajaan Islam Demak. Dengan berdirinya kerajaan Islam Demak berarti Raden Patah telah melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan Majapahit. Berdirinya kesultanan Demak mendapat dukungan pula dari daerah-daerah lain di Jawa Timur yang sudah Islam seperti Jepara. Tuban dan Gresik.

Dalam waktu singkat Demak telah berkembang menjadi sebuah kerajaan besar. Di samping itu Demak menjadi pusat penyiaran agama Islam. Apalagi setelah malaka Jatuh (dikuasai) oleh Portugis (1511), maka kedudukan dan peranan Demak semakin penting.

Kedatangan penjajah Portugis di Malaka mengundang ketidaksenangan Sultan Demak. Karena hal itu merupakan ancaman pula terhadap kerajaan Demak. Pada tahun 1513 kerajaan Demak mengirim armada tentaranya dipimpin oleh Pati Unus untuk mengusir Portugis di Malaka mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan Potugis memiliki armada lebih kuat dan lengkap.

Meskipun usaha untuk merebut Malaka dari Potugis yang dilakukan Pati Unus mengalami kegagalan, namun peristiwa ini patut dibanggakan karena mereka gagah berani menghadapi bangsa penjajah.

Karena keberaniannya sebagai panglima yang memimpin penyerangan ke Malaka Maka Pati Unus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor artinya Pengeran yang menyeberangi laut ke Utara.

Kemudian pada tahun 1518 Raden Patah Wafat. Ia digantikan oleh putranya yaitu Pati Unus. Pemerintahannya hanya berlangsug selama 3 tahun karena setelah itu ia wafat. Selanjutnya kerajaan Islam Demak dipimpin oleh Sultan Renggono, Adim Pati Unus.

Sultan Trenggono dikenal sebagai raja yang tegas dan arif bijaksana. Karena itu pada masa pemerintahannya Demak mencapai puncak kejayaan. Daerah kekuasaannya meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono, Demak tetap antipati terhadap penjajah Potugis. Apalagi Portugis terus meluaskan jajahannya hingga ke Jawa Barat. Pada tahun 1522 Portugis datang ke Sunda Kelapa, pelabuhan utama kerajaan Pajajaran. Portugis menjalin kerjasama dengan raja Pajajaran dengan membuat kesepakatan untuk menghadapi pasukan Islam Demak. Portugis merencanakan mendirikan benteng di Sunda Kelapa.

Pada tahun 1527 kerajaan Islam Demak mengirimkan tentaranya dipimpin oleh Fatahilah untuk mengusir dan menghancurkan Potugis yang menduduki Sunda kelapa. Fatahillah beserta tentaranya berhasil mengusir orang-orang Portugis dan menguasai Sunda Kelapa. Kemudian oleh Fatahillah nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta artinya kemenangan. Sekarang Jayakarta menjadi Jakarta.

Sementara itu Demak berhasil menguasai Jawa Timur. Ekspedisi ke Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Sultan Trenggono. Tetapi dalam serangannya ke Pasuruan Tahun 1546, Sultan Trenggono gugur.

Setelah wafatnya Sultan Trenggono Timbullah pertentangan di kalangan keluarga sendiri. Petentangan bersumber pada siapa yang berhak mewarisi kerajaan. Berakhirnya kerajaan Islam Demak setelah Pangeran Adiwijoyo atau Joko Tingkir berhasil mengalahkan Arya Penangsang suka bertindak sewenang-wenang, sehingga banyak adipati yang menentang tindakannya tersebut. Joko Tingkir kemudian memindahkan keraton Demak ke Pajang tahun 1568. 


* * *

Sumber Gambar : Google

KESULTANAN ACEH


Visiuniversal----Kesultanan Aceh sebagai salah satu kerajaan Islam, didirikan oleh Muzaffar Syah pada abad ke 15 M, tetapi menjadi kesultanan penuh setelah diperintah oleh Ali Mughayat. Ia berhasil menggabungkan dua kesultanan Lamuri dengan Aceh Dar al-Kama'l menjadi kesultanan Aceh. Pada waktu pemerintahan Sultan Alaudddin Ridyat Syah, Aceh mengalami kejayaan karena menjadi pelabuhan dagang bagi pedagang rempah-rempah. Para pedagang Muslim dari mancanegara dan Nusantara enggan berdagang di Malaka setelah dikuasai Portugis.

Karena majunya perdagangan menjadikan Aceh dapat membangun armada angkatan laut yang sangat kuat. Hubungan diplomatik juga dilakukan dengan kesultanan Ottomon Turki yang saat itu merupakan pemegang kekuasaan Islam tertinggi. Kejayaan Aceh mencapai puncaknya pada waktu pemerintahan Sulatan Iskandar Muda (1607-1636). Kekuasaan Aceh meliputi Johor, Pahang, Perlak, Kedah, dan Pantai Barat Sumatera seperti Tiku, Pariaman, dan Bengkulu. Sultan Iskandar Muda juga mencoba merebut Malaka dari tangan Portugis namun gagal.

Sepeninggal Iskandar Muda, digantikan Sultan Iskandar Tsani. Dalam pemerintahannya Sultan Iskandar Tsani banyak mengembangkan masalalah dalam negerinya, dan masalah agama dengan membangun banyak masjid. Ia juga dibimbing oleh Nuruddin seorang ulama dari Gujarat. Di era pemerintahan Sultan Iskandar Tsani inilah ilmu keagamaan Islam sangat berkembang pesat di Aceh.

Dalam perjalanan selanjutnya Aceh mengalami krisis setelah meninggalnya Sultan Iskandar Tsani, karena beliau tidak meninggalkan seorang putra mahkota. Akibat krisis tersebut banyak wilayah yang berani melepaskan diri dari kekuasaan Aceh. Tetapi meskipun terus mengalami kemunduruan, kesultanan Aceh tetap bertahan sampai abad ke-20, hingga akhirnya jatuh ke tangan penjajahan Belanda. 



* * *

Sumber Gambar: Google

KESULTANAN MALAKA

Perang di Malaka
Visiuniversal----Salah satu Kerajaan terpenting di Nusantara pada abad ke 15 M adalah Kesultanan Malaka. Didirikan oleh Parameswara, seorang Pangeran beragama Hindu dari Palembang. Malaka yang tadinya hanya sebuah desa nelayan kecil dan sederhana berhasil dibangun dan berkembang menjadi bandar serta pusat perdangan yang sangat penting dijalur perdagangan dan pelayaran yang melintasi Malaka. 

Tahun 1414 Parameswara masuk Islam dan bergelar Sultan Iskandar Syah. Karena Malaka diperintah penguasa Muslim, menjadikan pedagang Muslim dari Arab, India dan daerah lain mulai berdagang dengan Malaka, semakin banyak yang datang dan semakin ramailah bandar perdagangan di Malaka ini.

Sultan Iskandar Syah

Malaka menjadi sangat mahsyur dan makmur, terutama pada waktu diperintah oleh Sultan Mansyur Syah. Wilayahnya bertambah luas setelah menaklukkan Pahang, Kedah, Trengganu, dan beberapa daerah di Sumatera. Penaklukan daerah-daerah itu disertai dengan penyebaran agama Islam, sehingga daerah Aceh, Kampar, Idragiri dan Riau penduduknya memeluk agama Islam. Kejayaan dan  masa keemasan kesultanan ini semakin meningkat. Sayangnya usia kesultanan ini hanya ada satu abad. Pada waktu diperintah oleh Sultan Mahmud Syah, kepentingan pemerintahan kurang dipedulikan, sehingga korupsi dikalangan para pejabat merajalela. Hal ini diperparah dengan pertengkaran penduduk asal Melayu dengan Muslim India. Selain itu pertahanan negara juga lemah karena hanya mengandalkan tentara bayaran dari Jawa, yang bertempur demi uang. Ketika tahun 1511 M Portugis penyerang Malaka, tentara bayaran dari Jawa banyak yang malah lari menyelamatkan diri, sehingga Malaka kalah dan jatuh ketangan Portugis.



* * * 
Sumber Gambar: Google

PENGERTIAN DESA DAN CIRI-CIRI DESA

Gambar di Desa, Gadis berfoto di desa, alam desa, sawah desa

Visiuniversal---Wargabelajar dan siswa sekalian, kita akan membahas tentang apa itu desa, tentunya kita semua sering mendengar istilah desa, bahkan kita  tahu banyak dari kita yang sebelumnya berasal dari desa. Nah untuk memahami lebih jauh tentang pengertian desa dan ciri-ciri desa tersebut, mari kita ikut pembahasan di bawah ini :

A. Pengertian Desa

1. Menurut R. Bintarto
Desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.

2. Menurut Suratdjo Kartohadikusumo
Desa adalah suatu kesatuan hukum

3. Menurut Bambang Utoyo
Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan

4. Menurut Sutarjo Kartohadikusumo
Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.

5. Menurut William Ogburn dan MF Nimkoff
Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.
S.D. Misra
Desa adalah suatu kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya antara 50 – 1.000 are.

6. Menurut Paul H Landis
Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut :

  • Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
  • Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
  • Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

7. Menurut UU no. 22 tahun 1999 
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten

8. Menurut UU, Nomor 5 Tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri-sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

9. Menurut UU no. 6 tahun 2014 
Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Cukup jelas bukan? Dari pandangan dan para ahli tersebut di atas, ada yang menyoroti dari aspek geografi, hukum. Kira-kira bisakah Anda membuat pengertian sendiri? selain desa, kita juga pernah mendengar istilah kelurahan. Samakah arti dan penjelasannya dengan desa?

Istilah kelurahan tercantum dalam pasal 1 huruf B. UU No.5 Tahun 1979. yaitu 
"Kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintah terendah, langsung di bawah camat yang tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya".

Dari penjelasan di atas, cukup jelas memang perbedaan pengertian desa dengan kelurahan. Desa merupakan wilayah pedesaan (rural areas).  Pegawai desa tidak memperoleh gajih setiap bulannya tetapi carik/bengkok (tanah yang hanya bisa diolah). Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat desa. Sedangkan kelurahan merupakan wilayah perkotaan (urban areas). Pegawai kelurahan memperoleh gaji dari pemerintah karena pada umumnya Pegawai Negeri sedangkan Kepala Kelurahan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah yang ada di atasnya.


Yang akan kita pelajari di sini adalah desa yang ada wilayah pedesaan. Ada beberapa istilah di beberapa daerah di Indonesia yang maknanya sama dengan desa antara lain :
1. Jawa = Desa
2. Minangkabau = Nagara
3. Aceh = Gampong
4. Bali = Banjar
5. Kalimantan = Banjar
6. Sumatera Utara = Huta/Kuta
7. Sulawesi Utara = Wanus
8. Kalimantan Timur = Kampung

Selain berdasarkan definisinya, untuk memahami pola keruangan wilayah desa. Anda juga perlu mengetahui unsur-unsur desa. Menurut Bintaro, dalam bukunya Geografi Desa (halaman 15,17 tahun 1977), ada tiga unsur desa yang harus Anda fahami, yaitu :
a. Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi dan luas dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat.
b. Penduduk, unsur penduduk yang perlu diperhatikan dalam memahami suatu desa antara lain jumlah, penambahan, kepadatan, penyebaran, mata pencaharian, struktur penduduk menurut umur, sex ratio, tingkat kematian, pertumbuhan dan tingkat kelahiran.
c. Tata Kehidupan, dalam hal pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa. Jadi seluk beluk kehidupan masyarakat desa (Rural Society). Tata kehidupan yang baik akan memberikan jaminan ketentraman dan keserasian hidup bersama di desa. Corak kehidupan desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat, masyarakatnya merupakan suatu "Gemeinsshaff" yang memiliki unsur gotong-royong yang kuat, tatap muka (face to face) yang kental. Mengapa demikian? Karena di desa ikatan kehidupan cukup erat sebagai akibat dari kebiasaan, kepercayaan dan tradisi yang sama istilah lainnya "consensius" (menurut Auguste Comte). 


 B. Pengertian Desa

Anda perlu tahu bahwa desa sebagai suatu kesatuan geografis tentu memiliki ciri khas bila dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Coba Anda perhatikan desa tempat tinggalmu!, ciri khas tersebut dapat berupa aspek fisik atau aspek sosial.

1. Ciri wilayah desa menurut geografis
Secara geografis, ciri-ciri wilayah pedesaan adalah :
a. Pemukiman penduduk cenderung tidak padat
b. Fasilitas transportasi yang cukup langka
c. Lahan digunakan sebagai persawahan pada umumnya.

2. Ciri wilayah desa menurut Dirjen Bangdes antara lain :
a. Perbadingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar artinya bahwa lahan di wilayah pedesaan masih relatif luas dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menempatinya.
b. Lapangan kerja yang dominan adalah pertanian (agraris)
c. Hubungan antara warga akrab, dan
d. Sifat-sifat masyarakat masih memegang teguh tradisi yang berlaku.

Sekarang kita lihat ciri-ciri masyarakat desa itu apa saja. Apakah kalian tahun ciri-cirinya? syukur kalau kalian tahu dan bisa menjelaskannya, kalau belum mari kita pelajari sama-sama dari pakar sosiologi pedesaan di bawah ini :

Rouceck dan Warren memperincikan ciri-ciri masyarakat desa sebagai berikut :
  1. Kelompok primer (yang bermata pencaharian utama dikawasan tertentu) berperan besar.
  2. Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam dan informal
  3. Kelompok (asosiasi) dibentuk atas dasar faktor geografis di kota berdasarkan ikatan kepentingan
  4. Hubungan bersifat mendalam, awet, kekeluargaan, tatap muka  (face to face) dan langsung langgeng adanya.
  5. Keseragaman (homogenitas) merupakan ciri kehidupan sehari-hari dan menyebabkan mobilitas sosial cukup rendah (bersifat horizontal), misalnya anak seorang petani lagi, anak dukun jadi dukun, dan lain-lain.
  6. Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi keluarga nampak jelas dalam produksi pertanian.

Demikian tentang pengertian desa dan ciri-ciri desa, semoga bermanfaat untuk bahan belajar dan menambah pengetahuan tentang wilayah khususnya pedesaan. Terimakasih.

AGEN-AGEN SOSIALISASI

Kelompok Belajar
Visiuniversal-- Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi Sosiologi kali ini kita akan memahami tentang agen-agen sosialisasi, Yang dimaksud dengan agen sosialisasi atau media sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. Dalam sosiologi terdapat empat agen atau media sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok sebaya atau sepermainan, sekolah atau kelompok belajar, dan media masa.

1. Keluarga

Pada awal kehidupan seseorang, agen atau media sosialisasi yang utama adalah keluarga. Peran keluarga sebagai agen sosialisasi yang pertama terletak pada pentingnya pengenalan kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan dalam tahap ini. Pada tahap ini seorang anak belajar berkomunikasi lewat pendengaran, penglihatan, perasa, dan sentuhan fisik. Sosialisasi pada tahap awal ini sangat penting, karena pada periode inilah kemampuan-kemampuan tertentu diajarkan.

Proses sosialisasi akan gagal, jika proses itu terlambat dilakukan. Seperti gambar berikut ini, melalui interaksi dalam keluarga, anak mempelajari kebiasaan, sikap, perilaku, dan nilai-nilai budaya yang diyakini dalam keluarga maupun masyarakat.

Nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat berguna untuk mencari keselarasan atau keharmonisan hidup. Nilai-nilai budaya ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan nilai dimungkinkan sesuai dengan tuntutan jaman, asalkan menuju perbaikan.

Oleh karena itu, proses sosialisasi dalam setiap diri anak sangat penting. Proses sosialisasi ini dimulai dari lingkungan keluarga, yaitu bagaimana suatu keluarga mempunyai pola asuh yang sesuai dengan budaya keluarga itu. Jadi keluarga mempunyai fungsi sosialisasi, antara lain :

a. Sebagai tempat awal perwarisan budaya agar anak terbiasa dengan aturan yang dianut oleh masyarakat setempat.

b. Merupakan wadah pembentukan watak, kepribadian, budi pekerti agar anak dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat setempat.

Uraian di atas merupakan proses sosialisasi di keluarga yang ideal. Adakalanya proses sosialisasi berlangsung tidak sempurna dikarenakan ada beberapa faktor. Misalnya, ada pergeseran nilai tentang peran perempuan. Dewasa ini, di Indonesia telah berkembang nial budaya bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja, tetapi juga sebagai perempuan pekerja yang berkarir atau menjadi tenaga tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri. Perubahan ini bedampak pada pola asuh anak, pengasuhan anak tidak hanya oleh orang tua, tetapi dibantu oleh pengasuh anak atau keluarga dari orang tua. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.

Sosialisasi primer yang berlangsung dikeluarga merupakan awal dari pembentukan kepribadian anak. Bahwa anak merupakan makhluk yang rentan, tergantung, lugu, dan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus, sehingga anak memerlukan perawatan dan perlindunga yang khusus pula. Keluarga yang harmonis, penuh cinta kasih, dan pengeritian adalah tempat untuk berkembangnya secara penuh baik fisik maupun mental. Namun, ada sejumlah kondisi anak-anak Indonesia tergolong dalam kondisi yang kurang beruntung.

Keluarga dengan tekanan ekonomi yang berat merupakan salah satu faktor yang berdampak pada pola asuh terhadap anak. anak yang seharusnya masih berada pada usia sekolah terpaksa membantu orang tua untuk bekerja. Keadaan ini menjadi parah, karena 80 persen dari pekerja anak terutama di pedesaan, mereka bekerja tanpa dibayar. Akibat dari itu semua perkembangan diri anak menjadi terganggu. Anak mengalami kekerasan fisik, putus sekolah, salah pergaulan, yang pada umumnya tidak memperbaiki kodrat mereka sebagai anak. Di bawah ini, contoh kasus perjalanan bagaimana seorang anak menjadi anak jalanan.

2. Kelompok Sebaya atau Sepermainan (peer group)

Anak setelah bisa berjalan dan berbicara, juga membutuhkan kegiatan bermain. Interaksi dengan orang lain atau teman sebaya, membuat anak mengenal beragam aturan tentang peranan setiap individu. Seperti gambar di bawah ini, anak-anak begitu ceria dengan teman sepermainannya.

Dengan bermain anak mengenal nilai-nilai solidaritas, keadilan, toleransi, dan kebenaran. Semakin bertambah usai anak, media sosialisasi kelompok sebaya memberi pengaruh yang begitu besar dalam pembentukan kepribadian seseorang.

Seseorang tidak bisa melepaskan hubungannya dengan jaringan kelompok. Kelompok adalah tiap kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Sebagai remaja, kamu dituntut selektif pada saat menentukan keanggotaan dalam berkelompok. Sikap-sikap apa saja yang harus kita tunjuk dalam berinteraksi sosial dengan teman-teman kita?

a. Sikap toleran terhadap keragaman perilaku
Keragaman perilaku akan menentukan pada kelompok mana seorang remaja akan bergabung. Bentuk kelompok dibedakan menjadi dua, yaitu kelompok sendiri dan kelompok luar. Kelompok sendiri adalah kelompok dimana aku menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok luar adalah kelompok yang aku tidak menjadi anggota kelompok itu. Kedua bentuk kelompok itu sangat penting karena dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok sendiri mengharapkan anggota kelompok mendapatkan pengakuan, kesetiaan, dan pertolongan. Dari kelompok luar kita menerima sikap permusuhan atau persaingan. Untuk itu sikap toleransi diperlukan untuk melihat keragaman perilaku antar teman. Karena dengan bersikap toleran, pertentangan dapat dihidari dan akan tercipta keselarasan dalam hubungan antar kelompok.

b. Sikap kritis dalam menentukan kelompok
Seseorang dalam menentukan pilihan untuk bergabung dengan kelompok harus bersikap kritis. Dilihat dari tipe hubungan kelompok dapat dibedakan menjadi kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok dimana kit dapat mengenal sebagai seorang pribadi yang akrab. Dalam kelompok primer hubungan bersifat tidak resmi, akrab, dan personal. Contoh, kelompok yang mempunyai kesamaan hobi, kesamaan tempat tinggal, dan sebagainya. Sedangkan kelompok sekunder adalah lebih bersifat resmi, dna didasarkan pada tujuan. Contohnya adalah kelompok belajar, kelompok ilmiah remaja, dan sebagainya. Kelompok primer lebih menekankan pada hubungan, sedangkan kelompok sekunder lebih berorientasi pada tujuan. Seorang siswa harus bersikap kritis dalam menentukan pilihan berkelompok. Kelompok sebaiknya bisa membentuk kepribadian seseorang untuk berperilaku lebih baik. Kekeritisan seseorang dibutuhkan terutama dalam lingkungan yang keras. Munculnya anak-anak jalanan tidak semata-mata karena tekanan ekonomi keluarga, tetapi terjadinya kekerasan dalam keluarga juga menjadi pemicu anak-anak terdampar di jalanan. Anak-anak jalanan sangat rentan terhadap perjudian, penyalahgunaan obat-obatan, dan kekerasan dalam kelompok mereka. Anak-anak terjerumus demikian, karena mereka tinggal dengan orang yang memperkerjakan mereka atau dengan rekan keraja yang lebih dewasa. Sedangkan, kebutuhan dan gaya hidup mereka berbeda. Kondisi ini memengaruhi perkembangan psikologis anak. Contoh, anak-anak yang berkerja sebagai operator jermal dan pemancingan melakukan perjudian dan merokok. Oleh karena itu, seleksi terhadap kelompok bergaul menjadi sesuatu yang berharga, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Pemerintah dan masyarakat diharapkan memahami keberadaan anak-anak jalanan dengan tidak bertindak sewenang-wenang, tetapi berpartisipasi untuk mengembalikan mereka ketempat yang aman dan layak.


3. Sekolah atau Kelompok Belajar

Sekolah sebagai jalur pendidikan formal atau kelompok belajar, adalah bagian dari pendidikan non formal merupakan agen sosialisasi yang mengajarkan hal-hal baru yang tidak diajarkan dikeluarga maupun dalam interaksi dengan kelompok sebaya.

Kelompok belajar mempersiapkan peran-peran baru untuk masa mendatang saat seseorang tidak tergantung lagi pada orangtuanya. Selain mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang bertujuan mengembangkan intelektual anak, kelompok belajar atau sekolah juga membekali peserta didik dengan kemandirian, tanggung jawab, dan tata tertib.

Peran pemerintah maupun masyarakat yang aktif dan peka terhadap potensi di wilayahnya, memberi peluang untuk menyejahterakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan mereka. Contoh, keterampilan yang dibina oleh lembaga-lembaga pendidikan nonformal, disesuaikan dengan kondisi geografis lembaga penyelenggara kegiatan keterampilan tersebut.

4. Media Massa

Media Massa meliputi media cetak yaitu surat kabar, majalah atau tabloid, dan media elektronik, antara lain radio, televisi, internet, film. Media massa, dewasa ini berperan besar sebagai media sosialisasi. Sikap kritis dari setiap individu akan mampu menyaring beragam informasi yang sangat gencar diberikan oleh media massa.

Gencarnya tayangan iklan di media cetak atau media elektronik mendorong manusia untuk berperilaku konsumtif. Pedagangan bebas dan pesatnya teknologi informasi membuat arus barang dari negara satu ke negara lain bergerak cepat. Demikian pula gaya hidup yang mengarah pada pola konsumtif dan cara perolehannya yag mudah menjadi ancaman bagu budaya lokal. Film atau sinetron yang menayangkan budaya kekerasan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari pada saat seseorang terlibat suatu masalah.

Demikian juga beragam hiburan televisi yang mengarah pada budaya pop, mudah dinikmati setiap saat dengan beragam bentuk dari berbagai stasion televisi yang begitu banyak.

Di sisi lain, media massa memberikan manfaat dalam menyebarkan ilmu pengetahuan atau membuka wawasan seseorang dalam menyikapi berbagai informasi. Misalnya, masalah tenaga kerja Indonesia ilegal di Malaysia. Dari media massa kita mendapatkan informasi apa dampak bila menjadi TKI secara ilegal, apa saja prosedur yang seharusnya dilakukan oleh TKI. Beragam informasi mengelilingi kita, bagaimana kita menyikapi informasi itu ditentukan oleh kepribadian masing-masing individu.

3. Bentuk Sosialisasi

Sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder adalah dua bentuk sosialisasi. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang berlangsung pada  tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Sosialisasi ini terjadi di lingkungan keluarga, yang mengajarkan anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat.

Sedangkan sosialisasi sekunder adalah proses yang memperkenalkan seseorang dalam lingkungan diluar keluarganya. Sosialisasi sekunder berlangsung di kelompok belajar, lingkungan kerja, kelompok bermain, maupun media massa.
 
Sumber : Modul Paket C Setara SMA Kelas X tahun 2004